Pandangannya Tentang Jurnalis
Kadun sebagai sosok ayah sekaligus kepala keluarga tak
memaksakan anaknya untuk mengikuti kehendaknya dalam menentukan masa depan. Ia
percayakah semua masa depan kepada anaknya masing-masing. Karena menurutnya,
yang akan menjalani kehidupan itu anaknya bukan dirinya, ia hanya perlu
mengarahkan serta mendoakan apa yang dilakukan anaknya untuk meraih masa depan
yang diinginkan.
Termasuk pilihan yang dijalankan putri kedua-nya yang
memilih untuk menggeluti dunia jurnalistik. Sebenarnya cak kat kurang setuju
dengan pilihan anaknya, akan tetapi ia sadar bahwa bidang itu yang diminati
putri semata wayangnya. Baginya menjadi seorang jurnalis itu cukup berat,
seorang jurnalis harus lari kesana kemari mengejar narasumber untuk mendapatkan
informasi. Seorang jurnalis harus dituntut untuk hidup dibawah tekanan garis
kematian. Seorang jurnalis tentu bakal menghabiskan waktunya untuk terjun di
lapangan dengan resiko kematian yang mengancam kapanpun, apalagi kalau misalkan
nantinya akan ditugaskan di daerah konflik.
“Sebenarnya saya lebih setuju kelak anak saya menjadi
seorang guru lantaran ia seorang perempuan,” ucap pria ramah ini. Namun, ia
sadar tak mungkin ia memaksakan kehendaknya. Ia begitu menyayangi
putra-putrinya dengan caranya sendiri. Sosok ayah satu ini membiarkan anaknya
untuk menempuh jalan kesuksesannya masing-masing. Entah apa yang bakal
dilakukan anaknya, asalkan itu pekerjaan yang halal dengan sepenuh hati orang
tua akan mendukung dan senantiasa mendoakan.”Kita tak akan tau apa yang akan
terjadi dimasa depan, yang terpenting sekarang kita berusaha dan berdoa. Semua
sudah ada yang menentukan,” lontar cak Kad dengan yakin dan mantap.
Mengakhiri ceritanya, sebagai orang tua ia berharap
dimanapun putra – putrinya berada, kelak anak-anaknya mampu mengamalkan ilmu
yang diperolehnya saat ini untuk turut memajukan bangsa dan Negara. Ia berharap
kelak anaknya akan bermanfaat bagi masyarakat. Sebab ia percaya bahwa sebaik
manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.
Kenzie Harsanto
XI IPA 1 / 16
Comments
Post a Comment